pahit empedu menyusup pada kesunyian
malam,kepala melongoh paku tertancap
Jidat,berdenting ringik tangis
menjadi ranting dalam hatiku,
senyum sekilas tak pernah pupus berganti
keranda kelabu,senyap hingga hitam
terpatri nyanyian terpelanting dalam loket
rasanya aku ingin menjilat
rasa manisnya madu
burung perkutut membuntutiku
dalam sepi
22 januari 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar