Rabu, 01 Februari 2012

Mengharap Ilusi

PERJUANGAN

Mengharap Ilusi

Senyuman itu masih terlihat Romantis
Semanis lagu westlife yang menetes dari butir-butir embun pagi
Senandung lagu kian menggebu di sela-sela kabut tipis yang senada rindu
Desir lirih tiba-tiba menggeleda tubuhku dengan jalan-jalan buntu.
Aku hanya bisu dan tak tahu malu.
Bukankah dunia begitu luas untuk ku remas
dan meletakkannya dalam gelas yang rapuh
Harus aku katakan sejujurnya pada bandit-bandit
tentang desah asap kaku dari beranda ekstasi cinta
Q gapai cakrawala dengan rintihan Bla.. Bla.. yang tanpa biola
Tragedi memar menggelepar  merah dari jiwa yang meronta
Larut dalam amarah jeda dan penantian menggelora
Aku masih dalam jeratan tinta oleh tanda baca untuk sebuah masa
Akulah matahri yang menerangi hari-hari di balik kerudungmu yang suci.

Setulus Ibu kartini.

30/01/12____01/02/12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar