aku dan rindu.
Langkah yang
telah aku daki masih belum cukup tentang derita yang selama ini aku ratapi.
Bergeming dalam lingkaran sembilu tanpa ada air mata yang
mengadu
Dan bekas irama yang syahdu kini telah terdegar bisu
Aroma desah gelombang merengek kesakitan pada lereng-lereng pasir
basah.
Hingga deburan bayang-bayang mereka
Tak terucap dari ujung sana, sampai ke rimba paranoia
bahkan dongeng-dongeng menjerit dalam desir angin malam. Saat
merpati putih mulai ingkar janji dalam menjalankan ekspedisi
Serpihan puing-puing reruntuhan janji berserakan. harus bicara apa,
aku. Pada diriku ini?
Sebab aku hanyalah generasi letih, yang belum pernah melawan janji,
apalagi merobek mimpi.
Lagu-lagu pilu terus bersenandung melankolia dari celah-celah bibir
orang-orang yang tersiksa dan teraniaya.
Saat tubuh ini bereaksi dengan enam gairah, idealisme menerjang
satelit palapa dengan keterbatasan bahasa yang susah payah.
Masikah Kau………
Terdiam di sisi dalam hembusan jaringan tawa-tawa yang
nga-ngenin…..?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar