Jumat, 10 Februari 2012

Sendiri Tiada Henti


Ada apa dengan ke sendiriaanku?
Yang kaku kayak batu lalu tertimbun oleh butiran empedu
Apa bedanya aku dengan batu jika kesendirianku adalah pilu
aku hanya bisa membuat ornamen-ornamen debu yang tak pernah jadi
sekalipun menjelajahi gunung tinggi sampai hampir bunuh diri di luar  asas materi
Sayang-nya aku masih belum bisa buat puisi
karena ini sekedar inspirasi yang sumpah semua orang takkan mengerti
Aku ini adalah isi hati
Untuk orang-orang yang terkapar dalam realiatas musibah sepi
Guna apa aku menghafal Esensi dari sebuah eksistensi
Sementara diriku sendiri melayang dalam cakrawala emosi
Kibarkan bendera warna-warni Lalu katakan TIDAK pada sepi
Bukan pada Korupsi
Ingatkan aku sekali lagi
Pada Andi Nurpati yang taat budipekerti
selama aku hidup dan bertemu bidadari
Inilah aku mengurai ridha sang ilahi turun ke bumi
Tapi bisakah terbukti
Meski kutahu itu hanya sekedar mimpi dalam narasi

/Tak/Puto/Tangkel/
(ce’mola’ah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar